IPS KENAMPAKAN ALAM



BAB I

PENDAHULUAN



A.    Latar Belakang

Kenampakan alam wilayah Indonesia merupakan pencerminan dan keragaman kenampakan alam wilayah provinsi.

B.     Rumusan Masalah


 

BAB II

PEMBAHASAN



A.    Pembahasan

a.       Kenampakan Alam

                  Kenampakan alam wilayah Indonesia merupakan pencerminan dan keragaman kenampakan alam wilayah provinsi. Namun, sebelum kita mempelajari lebih lanjut mengenai kenampakan alam Indonesia, sebaiknya kita memperhatikan terlebih dahulu gmbar peta berikut ini:

                  Negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau dan terletak pada garis katulistiwa. Berderet-deret pulau dari Sabang sampai Merauke. Karena banyaknya pulau-pulau kecil, Indonesia disebut zambrut khatulistiwa. Didalam peta tergambar kenampakan alam dan kenampakan buatan, flora dan fauna, sifat cuca dan iklim, serta perubahan cuaca dan iklim, dan pengaruhnya terhadap kegiatan manusia.

1.      Pengertian Peta

            Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil, sebagai mana kenampakannya dari atas dan dilengkapi dengan tulisan, skala, mata angin, dan simbol-simbol. Dengan kata lain, peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi atau gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala. Supaya dapat dipahami oleh pengguna atau pembaca, maka peta harus diberi tulisan dan simbol-simbol.
            Dalam penggambaran permukaan bumi kedalam peta, dipergunakan sistem transpormasi dari bidang lekung (permukaan bumi) menuju bidang datar (gambar peta). Untuk mempelajari seluk-beluk penggambaran permukaan bumi ada pengetahuan khusus yang mempelajarinya yang dinamakan kartografi. Orang yang ahli dalam bidang perpetaan disebut kartograf atau kartografer.

2.      Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta

            Peta mempunyai beberapa fungsi diberbagai bidang antara lain untuk:
·         Menunjukkan posisi atau lokasi relative (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) dipermukaan bumi;
·         Memperlihatkan ukuran, karena memulai peta apat diukur luas daerah dan jarak-jarak diatas permukaan bumi;
·         Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua, Negara, atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta;
·         Menyajikan data tentang potensi suatu daerah;
·         Komunikasi informasi ruang;
·         Menyimpan informasi;
·         Membantu suatu pekerjaan, misalnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencnaan;
·         Membantu dalam pembuatan suatu desain, misalnya desain jalan, dan;
·         Analisis data special, isalnya penghitungan volume.

3.      Unsur atau Komponen Kelengkapan Peta

Bagian-bagian pokok peta antara lain sebagai berikut:
·         Judul peta, peta harus diberi judul yang mencerminkan isi dan tipe peta. Judul dapat diletakkan disembarang tempat asal tidak menggangu peta utama. Judul suatu peta dapat diletakkan pada bagian atas tengah diluar peta pokok, bagian atas kiri atau kanan diluar peta pokok, atau disembarang tempat dalam peta tetapi diluar dari peta pokok.
·         Garis astronomi, berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat. Biasanya, garis astronomi hanya dibuat tanda ditepi atau pada garis tepi dengan menunjukkan angka derajat, menit, dan detinya tanpa membuat garis bujur atau lingtang.
·         Inset, menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya denga daerah sekitar yang lebih luas. Contoh misalkan ada gambar peta daerah Salatiga. Untuk mengetahui dimana kedudukan daerah tersebut, maka pada pojok bawah atau pada tempat yang kosong dibuat peta Jawa Tengah dengan Saltiga tergambar didalamnya sesuai kedudukan yang sebenarnya. Tujuan memberikan inset adalah untuk memperjelas salah satu tujuan dari peta dan untuk menunjukkan lokasi yang penting, tetapi kurang jelas dalam peta.
·         Garis tepi peta, sebaiknya dibuat rangkap. Garis tepi ini dapat membantu waktu membua peta pulau, kota, ataupun wilayah yang dimaksud tepat ditengah-tengah.
·         Skala Peta, memrupakan angka yang menunjukkan perbandingan jarak dipeta dengan jarak sesungguhnya. Penulisan skala diletakkan dibawah judul peta. Skala merupakan hal yang penting sebab pembaca peta dapat mengetahui jarak yang sebenarnya dilapangan. Misalnya skala 1:80.000. Ini berarti jarak sebenarnya dilapangan untuk 1 cm dalam peta sama dengan 800 m dilapangan.
·         Sumber Peta, dicantumkan supaya pembaca tahu dari mana sumber peta itu diperoleh. Untuk Negara Indonesia, badan yang memiliki fungsi dan tugas menyediakan peta dasar adalah BAKOSURTANAL. Bakosurtanal singkatan dari badan koordinasi survey dan pemetaan nasional.
·         Tahun, pembuatan, sangat dipelukan teruma pada peta-peta yang menggambarkan data atau keadaan yang cpat berubah. Contoh keadaan yang berubah adalah hasil pertanian, persebaran penduduk, dan penggunaan lahan. Tahun pembutan peta akan berpengaruh pada pembuatan peta tematik.
·         Mata angin, sangat penting artinya dalam membaca peta. Dengan penunjuk arah ini pembaca dapat mengetahui arah utara, selatan, barat, dan timur pada peta. Penjuk arah diletakkan disebelah kiri atas atau dibagian bawah peta. Penujuk arah ini tidak harus berada pada posisi trtentu. Yang penting, posisinya terhadap peta secara keseluruhan member kesan menarik dan harmonis.
·         Simbol peta, merupakan tanda-tanda konvensional yang umum digunakan untuk mewakili keadaan yang sebenarnya. Berdasarkan bentuknya symbol peta dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Simbol titik melambangkan ketinggian, tanaman, monument atau candi. Simbol garis menggambarkan sungai, jalan, jalan kereta api, batas wilayah administrasi. Simbol area menggambarkan permukiman area pertanian dan perkebunan.
·           Warna peta, warna dalam peta mencirikan keadaan objek tertentu, misalnya: warna biru untuk lautan dan perairan, hijau untuk dataran rendah, kuning untuk dataran tinggi, coklat untuk pegungunan, atau gunung yang tinggi. Merah untuk bentang hasil budidaya manusia, dan putih untuk puncak pegunguna salju. Dalam pengguanaan warna ada kalanya menggunakan warna gradual, artinya warnanya sama tetapi tua mudanya berbeda contoh laut memakai warna biru. Semakin dalam lautnya maka warnya semakin tua.
·           Legenda, legenda adalah keterangan dari symbol-simbol peta yang digunakan agar lebih muda dipahami pembaca. Pada umumnya, legenda terletak disisi kiri atau kanan bagian bawah suatu peta dan sebaiknya didalam garis tepi peta. Penempatan legenda ini murni didasarkan pada pendekatan kreatifitas dan keindahan seni kartografinya.
·           Lettering, adalah semua tulisan dan angka-angka yang tertera dalam suatu peta. Lattering juga berfungsi untuk mempertegas arti dari symbol-simbol yang ada. Lattering ini janga terlalu banyak dan biasanya ditulis dengan huruf cetak kecil yang refresentatif terhadap besarnya peta.
·           Jenis huruf lattering, pada dasarnya setiap penamaan symbol atau kenampakan alam selalu digunakan huruf-huruf standar. Seperti judul peta ditulis dengan huruf cetak besar yang tegak. Tinggi huruf disesuaikan dengan besar peta. Kenampakan diair misalnya sungai, laut, rawa, danau, menggunakan huruf bersirip dan miring, besar kecilnya berdasarkan strateginya. Tulisan sungai ditulis memanjang sesuai dengan arah sungai. Unuk penulisan dapat diletakkan dibagian atas atau bawah sungai dengan jenis miring atau italic. Legenda ditulis denga huruf cetak kecil dan diatur supaya baik untuk dilihat. Kota-kota besar ditulis dengan huruf tegak dan cetak, lebih kecil dari judul peta. Untuk kota-kota kecil hurufnya juga harus lebih kecil lagi.
·           Proyeksi peta, benntuk permukaan bumi yang seperti bola jika digambarakan pada kertas atau bidang datar pasti mengalami kesalahan-kesalahan. Untuk menghindari atau memperkecil kesalahan, maka dipilihlah cara penggambaran dengan proyeksi.

b.      Kenampakan Alam Wilayah di Indonesia

                  Kita tentu masih ingat bahwa tiap-tiap provinsi memiliki kenampakan alam yang berbeda-beda. Adapun kenampakan alam di Indonesia yang kita lihat pada peta adalah kenampakan alam dataran dan alam perairan. Alam daratan berupa pegunungan, gunung, dataran, dan tanjung. Sedangkan kenampakan alam perairan berupa sungai, danau, laut, dan selat. Berikut ini akan dijelaskan kenampakan alam wilayah Indonesia seperti gunung, pegunungan, sungai, danau, laut dan selat.

1.      Pegunungan

Pegunungan disebut pegungunan bukit barisan. Pegunungan-pegunungan di Indonesia terdapat dibeberapa pulau besar seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian. Dipulau Sumatra terdapat deretan yang memanjang. Bagian barat pegunungan bukit barisan mempunyai lereng yang terjal dan curam, sedangkan lereng dibagian timur sedikit landai. Dilereng bagian timur ini banyak mengalir sungai yang muara sungainya lebar dan berawa.

2.      Gunung

Gunung merupakan gundukan permukaan bumi yang tinggi. Tingginya bias mencapai lebih 1000 meter. Digunung tumbuh berbagai jenis tumbuhan yang besar dan yang kecil. Gunung-gunung di Innesia sangat banyak, baik yang berapi maupun yang tidak berapi. Gunung-gunung tersebut terdapat hapir seluruh pulau, baik pulau besar maupun kecil. Gunung-gunung ini memiliki ketinggian yang berbeda-beda antara gunung yang satu dengan gunung yang lain. Misalnya gunung tertinggi dipulau Jawa tidak sama tingginya dengan gunung tertinggi dipulau Sumatra.

3.      Sungai

Sungai adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya didataran menuju dan bermuara dilaut, danau, ataupun sungai lain yang lebih besar. Di Indonesia banyak sekali sungai, besar maupun kecil, panjang ataupun pendek. Sungai-sungai yang besar dan panjang terdapat diSumatra dan Kalimantan. Sungai-sungai tersebut digunakan sebagai sarana perhubungan.

4.      Laut

Laut adalah kenampakan air yang sangat luas. Laut digunakan sebagai sarana perhubungan bagi kapal besar yang menghubungkan pulau satu dengan yang lain. Sebagai Negara kepuluan, Indonesia memiliki wilayah laut yang cukup luas. Semua provinsi di Indonesia memiliki wilayah laut. Adapun nama-nama laut yang terdapat di Indonesia antara lain Samudra Hindia, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Arafuru, Laut Flores, Laut Sawu, Laut Timur. Wilayah perairan Indonesia yang ramai dilayari kapal-kapal besar dari berbagai Negara adalah Selat Malaka, Selat Karimata, Laut Jawa, dan Selat Makasar.

5.      Danau

Danau adalah suatu kumpulan air dalam cekungan tertentu yang diasanya berbentuk mangkuk. Danau mendapatkan air dari curah hujan, sungai-sungai, mata air, dan air tanah. Ketiga sumber air tersebut bersama-sama dapat mengisi dan memberikan suplai air pada danau. Dalam hal demikian biasanya danau ini bersifat permanen, artinya tetap berair sepanjang tahun. Sebaliknya, bila sumber air pengisi air danau itu hanya satu unsure saja misalnya dari curah hujan, maka danau itu umumnya bersifat temporer atau priodik. Artinya, dnau tersebut pada waktu-waktu tertentu bias kering.

6.      Selat

Indonesia memiliki banyak selat. Selat-selat tersebut antara lain adalah Selat Karimata, Selat Sunda, Selat Bali, Selat Lombok, Alas, Selat Makassar Dan Selat Bangka.

c.       Kenampakan Alam Buatan

                  Kenampakan buatan yaitu kenampakan alam yang sengaja dibuat oleh manusia. Bahan untuk membuatnya yaitu diperoleh dari alam itu sendiri. Kenampakan buatan itu sengaja dibuatoleh manusia untuk memenuhi segala kebutuhannya.

1.      Bendungan atau Waduk

Bendungan atau waduk adalahkumpulan air tawar yang dikelilingi oleh daratan. Bendungan biasanya sengaja dibuat manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

2.      Kawasan Industri

Kawasan Industri adalah daerah yang kusus dimanfaatkan untuk kegiatan industry. Disana terdapat banyak pabrik-pabrik.

3.      Pelabuhan dan Bandar udara

Pelabuhan di Indonesia cukup banyak, misalnya tanjung priuk, perak bayur dan belawan. Semua itu sengaja dibuat oleh manusia untuk kelancaran transportasi laut. Setiap provinsi memiliki Bandar udara. Bandar udara yang bertaraf internasional adalah Bandar udara soekarno hatta, Bandar udara igustingurarai.

4.      Perkebunan

Adalah area hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk ditanami berbagai jenis tanaman yang memiliki ilai ekonomi yang tinggi..

PSIKOLOGI HUMANISTIS


Ada Tiga Bentuk-Bentuk Konflik yaitu:

1.      Approach-Aproach Conflict
Approach-Aproach Conflict (konflik mendekat-mendekat) adalah konflik yang muncul ketika individu didorong untuk melakukan pendekatan positif terhadap dua hal atau lebih.
Contohnya, seorang mahasiswa yang kuliah sambil bekerja disebuah perusahaan yang bonafit. Di kampus, dosen walinya memintanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Sementara itu, dikantor ia diminta oleh atasannya untuk bekerja secara profesional. Kemudian ia melakukan pendekatan-pendekatan untuk mencapai kedua hal berbeda itu, walaupun kedua permasalahan itu memiliki tujuan-tujuan yang saling terpisah satu sama lain.
2.      Avoidance-Avoidance Conflict
Avoidance-Avoidance Conflict (konflik menghindar-menghindar) adalah individu yang dihadapi pada dua hal atau lebih yang bersifat negatif tetapi memiliki kaitan erat dengan tujuan.
Contohnya yaitu Seorang gadis yang diminta untuk segera menikah oleh orang tuanya, karena usianya sudah layak untuk menikah. Kemudian orang tuanya menjodohkan anaknya tersebut. Ia diberi dua pilihan pria oleh kedua orang tuanya. Namun, tidak satupun ia menyukai pria yang ditawarkan oleh orang tuanya, karena tidak sesuai dengan criteria yang ia inginkan.                  
3.      Approach-Avoidance Conflict
Approach-Avoidance Conflict (konflik mendekat-menghindar) adalah suatu konflik dimana individu menghadapi konsekuensi yang saling bertolak belakang, baik bersifat positif maupun negatif.
Contohnya yaitu seorang siswa yang sangat menyukai paskibraka diberi kesempatan untuk menjadi anggota pasukan paskibra disekolahnya. Namun, disisi lain ia tidak menyukai apabila rambutnya dipotong menjadi pendek, karena rambut pendek adalah sebagai persyaratan untuk menjadi anggota paskibra.

MAKALAH IKD KELOMPOK 14 PGSD 2012


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Geografi adalah cabang ilmu yang mengkaji, menelaah dan membahas tentang bumi dan segala isinya, seperti makhluk hidup. dimana makhluk hidup tersebut terdiri dari manusia, hewan dan tumbuhan, di dalam geografi sendiri terdapat Geografi Kehidupan, yaitu Geograi kehidupan di Bumi.
Setiap manusia hendaknya tahu bahwa geografi kehidupan di bumi in di pengaruhi oleh adanya beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat dari faktor lingkungan, yang didalamnya mencakup lingkungan biotik. Di dalam lingkungan biotik, komponen tersebut dapat di bedakan menjadi 3, yaitu kelompok produsen, kelompok konsumen dan kelompok pengurai(dekomposer). Sedangkan dalam komponen abiotik terdapat 4 komponen, yaitu tanah, atmosfer/lapisan udara, air dan sinar matahari. Sedangkan faktor lainnya adalah faktor sejarah, faktor penghambat penyebaran, geografi tumbuhan, dan geografi hewan.
Dalam makalah ini akan di bahas tentang faktor-faktor yang mempegaruhi geografi kehidupan tersebut. Selain itu, juga akan di bahas tentang sejarah perkembangan manusia. Dari pembahasan makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang positif bagi pembaca, khususnya bagi kaum pelajar sehingga mereka bisa tahu dan mengerti bahwa kehidupan di bumi dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor. Di mana ke semua faktor tersebut mempunyai peranannyamasing-masing dan saling melengkapi.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah Pengertian Dari Geografi dan Sejarahnya?
2.      Bagaimana Geografi Kehidupan di Bumi?
3.      Bagaimana Sejarah Perkembangan Manusia?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan Tentang Pengertian Geografi dan Sejarahnya.
2.      Mengidentifikasi Geografi Kehidupan di Bumi.
3.      Mengidentifikasi Sejarah Perkembangan Manusia.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Geografi dan Sejarah Geografi
Kata Geografi berasal dari bahasa yunani, yaitu Geo dan Graphein. Geo artinya Bumi dan Graphein artinya Tulisan. Secara umum Geografi berarti tulisan tentang Bumi. Istilah Geografi pertama kali diperkenalkan oleh Erathosthenes dengan nama Geographica. Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad  ke-1. Menurut Erastothenes geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bumi. Berdasarkan pendapat tersebut, maka para ahli geografi(geograf) sependapat bahwa Erastothenes dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.
Kemudian pada awal abad ke-2, muncul tokoh baru yaitu Claudius Ptolomaeus mengatakan bahwageografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi. Jadi Claudius Ptolomaeus mementingkan peta untuk memberikan informasi tentang permukaan bumi secara umum. Kumpulan dari peta Claudius Ptolomaeus dibukukan, diberi nama 'AtlasPtolomaeus'.
Menjelang akhir abad ke-18, perkembangan geografi semakin pesat. Pada masa ini berkembang aliran fisis determinis dengan tokohnya yaitu seorang geograf terkenal dari USA yaitu Ellsworth Hunthington. Di Perancis faham posibilis terkenal dengan tokoh geografnya yaitu Paul Vidal de la Blache, sumbangannya yang terkenal adalah "Gen re de vie". Perbedaan kedua faham tersebut, kalau fisis determinis memandang manusia sebagai figur yang pasif sehingga hidupnya dipengaruhi oleh alam sekitarnya. Sedangkan posibilis mememandang manusia sebagai makhluk yang aktif, yang dapat membudidayakan alam untuk menunjang hidupnya.
Berikut Pengertian Geografi Menurut Beberapa Tokoh
1.      Ekblaw dan Mulkerne
Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannya, memengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
2.      Preston E. James
Geografi berkaitan dengan sistem keruangan yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaitan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya. Geografi juga dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan, karena banyak bidang ilmu pengetahuan selalu memulai dari keadaan bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.

B.     Geografi Kehidupan di Bumi
Geografi kehidupan di bumi merupakan kehidupan dan hubungan makhluk hidup antara manusia, hewan dan tumbuhan. Dimana kehidupan ini di pengaruhi oleh 5 faktor yaitu Faktor Lingkungan, Faktor Sejarah, Faktor Penghambat Penyebaran, Geografi Tumbuhan, Geografi Hewan.
1.      Faktor Lingkungan
Suatu faktor yang menentukan adanya perbedaan jenis-jenis makhluk hidup yang tinggal disuatu tempat di permukaan bumi ini adalah lingkungan hidup dari tempat tesebut. Lingkungan tersebut adalah lingkungan biotik dan abiotik.
a.       Lingkungan Biotik
Lingkungan Biotik ialah semua makhluk hidup yang menempati bumi. Makhluk hidup tersebut terdiri atas manusia, hewan dan tumbuhan.
Berdasarkan fungsinya, komponen boiotik dapat dibedakan menjadi 3 kelompok utama.
1.      Kelompok Produsen
Kelompok produsen adalah organisme yang mampu menghasilkan makannya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik = menghasilkan makanan ). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi termasuk bahan anorganik dengan bantuan energi matahari dalam butir-butir hijau daun klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen adalah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun(klorofil).
2.      Kelompok Konsumen
Kelompok konsumen adalah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh karena itu, konsumen disebut dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas manusia dan kelompok herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora(pemakan hewan lainnya), dan kedua jenis binatang ini dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora(pemakan segalanya).
3.      Kelompok Pengurai (Decomposer)
Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai adalah bakteri dan jamur. Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke atmosfer.
b.      Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik adalah benda-benda mati ada di bumi tetapi mempunyai pengaruh pada kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.
1.    Tanah
Tanah merupakan tubuh alam yang berfungsi sebagai tempat tinggal makhluk dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai tempat tinggal makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diperlukan untuk kehidupan tumbuhan seperti unsur hara, bahan organik, serta air yang terdapat di dalam tanah.

2.      Atmosfer / Lapisan udara
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer terdapat berbagai gas yang sangat penting bagi kehidupan makhuk hidup di bumi. Salah satu gas yang mempunyai peranan sangat penting bagi makhluk hidup adalah oksigen yang digunakan manusia dan hewan untuk bernapas.  Manusia dan hewan bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbodioksida dan sebaliknya tumbuhan menyerap karbondioksida dan membuang ksigen ke udara.
3.      Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, karena tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air, namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan (air segar).
4.      Sinar Matahari
Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada tumbuhan, sinar matahari berguna untuk proses fotosintesis.
Komponen-komponen lingkungan hidup yang berada di sekitar kita merupakan satu  kesatuan  yang saling mempengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut dengan ekosistem. Hubungan antara komponen ini tidak hanya terjadi antar individu, tetapi juga adanya interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem disebut dengan ekologi.
2.      Faktor Sejarah
220 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua, kemudian benua itu retak dan bergeser. Pergeseran itu berlangsung lambat dan terjadi terbentuknya lima benua seperti masa sekarang dan ini terjadi kira-kira 135 juta tahun. Jadi pergeseran dimulai pada zaman Mesozoikum sampai awal Cenozoikum hingga bentuknya yang sekarang. Yang seperti kita ketahui pada zaman ini telah dihuni berbagai jenis ikan, reptile, burung dan sampai pada binatang menyusui serta dihuni oleh tumbuhan atau hewan daratan. Pergeseran ini menyebabkan makhluk hidup yang dibawahnya mengalami perubahan lingkungan hidup, misalnya iklimnya berada sehingga makhluk-makhluk yang tahan terhadap kondisi ini akan tetap bertahan dan menyesuaikan diri.

3.      Faktor Penghambat Penyebaran
Kita mengetahui bahwa makhluk hidup itu berkembang biak, misalnya bagi makhluk daratan, air, merupakan hambatan ( water barrier ) sedangkan sebaliknya bagi makhluk air,  daratan merupakan hambatan (land barrier). Dataran yang sempit juga dapat menjadi hambatan. Namun sebaliknya kepulauan dapat menjadi jembatan penyebrangan makhluk hidup. Tiga faktor itulah yang menentukan adanya veriabilitas biogeografi.

4.      Geografi Tumbuhan
Tumbuhan memegang peranan penting dalam menentukan geografi makhluk hidup karena ia merupakan titik awal dari rantai makanan. Tanaman sangat peka akan keadaan lingkungan fisik, oleh karena itu dapat dengan mudah mengamati adanya perbedaan jenis tumbuhan pada daerah dengan iklim tropis yang sama.
5.      Geografi Hewan
Atas dasar faktor yang mempengaruhi variabilitas dan penyebaran terhadap makhluk hidup yang sudah dijelaskan, maka dunia ini dapat dibagi menjadi 6 daerah ( faunall regions ), yakni daerah:
a.       Palaeartic ( Eropa dan Asia Utara )
b.      Ethiopian ( Afrika dan Semenanjung Arab )
c.       Oriental ( Asia Selatan dan Indonesia )
d.      Australian ( Australian dan sekitarnya )
e.       Neartic ( Amerika Utara dan Greenland )
f.       Neotropical ( Amerika Selatan dan Tengah )
C.    Sejarah perkembangan Manusia
Manusia adalah makhluk yang mempunyai derajat paling tinggi. makhluk hidup yang berbudi dan berakal hanyalah manusia. Apabila kita ingin menyusul tentang asal mula manusia di bumi, jalan yang ditempuh hanya dengan mempelajari fosul-fosil yang ada di bumi. Pada tahun 1871 Darwin menerbitkan buku yang berjudul The Desent Of Man tentang asal mula kehidupan. Pada masa Darwin, masih belum merupakan bahan penelitian yang menyakinkan. Darwin mencari hubungan kekerabatan manusia dengan primata. Didalam klasifikasi, manusia sebagai Homo Sapiens termasuk ordo primta. Persamaan ciri sebagai berikut :
1)      Mata Frontal menghadap kedepan.
2)      Ibu jari pada tungkai depan dapat digerakan kesegala arah.
3)      Letak kelenjar susu didada.
4)      Bentuk rahim simpleks.
Kaki manusia yang lebih pajang dari pada lengannya merupakan suatu hal yang memebedakannya dengan primata lainnya. Kaki manusia yang mempunyai lekukan besar dengan ibi jari yang sebidang dengan jari-jari lainya sangat berbeda dengan kaki kera. Kepala manusia terletak pada tulang belakang demikian rupa sehingga memungkinkan manusia dapat melihat lurus kedepan jika berdiri tegak. Otak manusia relative besar ( volume 1200-1500 cc ). Hewan perama dari ordo primata diduga telah ada kira-kira 75 juta tahun yang lalu umumnya hidup dipohon-pohon. Hanya manusialah yang menyimpang dalam evolusinya sehingga menjadi suatu makhluk hidup yang dapat hidup diatas tanah dan berjalan dengan kedua kakinya. Tangan digunakannya untuk memengang dan mengatur alat-alat yang diperlukannya. Makin tinggi tingakat hewan primata, maka makin tangkas hewan itu menggunakan tangannya dan volume otaknya makin besar.
Beberapa penemuan manusia purba atau pra-manusia, pada tahun 1924, raymond dart seorang ahli anatomi di afrika selatan tela menemukan fosil yang kemudian diberi nama australophitechus africanus. Bentuk fosil ini menyerupai kepala simpanze muda tetapi giginya merupakan gigi manusia sekarang dan mungkin dapat berjalan tegak. Di afrika selatan ditemukan juga fosil manusia purba yang diberi nama Austrapitchecinae yang diperkirakan tingginya 1,5 m. Volume otaknya kira-kira 600 cc. Austrapitchecinae hidupnya tidak lagi di pohon-pohon. Fosil ini termasuk familiahomodinae, akan tetapi bukan dari genus homo. Seorang dokter belanda eugene dubois pada tahun 1887 di daerah trinil di tepi bengawan solo menemukan fosil berupa rahang, beberapa gigi dan sebgian dari tulang tengkorak serta tulang paha. Fosil ini diberi nama pithecanthropus erectus atau homo erectus.
Di Jerman ( heidelberg ) ditemukan fosil dari zaman palestorin diberi nama heidel bergergensis. Ada juga fosil cro magnon dari perancis yang timbul pada zaman neadherthal. Hidup kira-kira 30000 tahun yang lalu, disebut juga homo sapiens diluvialis, berukuran otak sama besar volumenya dengan manusia sekarang dan berukuran tingga tegak. Ditimur tengah juga ditemukan fosil-fosil manusia dari gzaman 100.000-300.000 tahun yang lalu, misalnya palestina, gunung carmel, dan manusia cro magnon dan manusia sekarang dapat dimasukkan dalam homo sapiens, senagai satu spesies. Pithecantropus erectus, lasianthropus pelonensus, homo beidel bergensis dianggap sebagai salah satu spesies karena :
1)      Mereka hidup di zaman yang sama.
2)      Berjalan tegak.
3)      Walaupun ada perbedaan diantara mereka, perbedaan itu disebabkan karena lokasi yang berbeda.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dan kehidupan makhluk hidup yang ada didalamnya yaitu Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Jadi dalam geografi kehidupan makhluk hidup di kaji mengenai kehidupan semua makhluk hidup di bumi yang di pengaruhi oleh 5 faktor yaitu Faktor Lingkungan yang di dalamnya mencakup Lingkungan Biotik dan Abiotik, Faktor Sejarah, Faktor Penghambat Penyebaran, Geografi Tumbuhan, Geografi Hewan.

B.     Saran
Dalam pembuatan makalah diatas, yang berjudul Geografi Kehidupan mungkin masih terdapat banyak kesalahan atau kekurangan. Karena keterbatasan kemampuan kami oleh karena itu, kami mohon kepada teman-teman dan khususnya bapak pengampuh dalam bidang ini untuk membimbing kami dalam membuat makalah yang lebih sempurna.

DAFTAR PUSTAKA
Darmono, Hendro, dan Kaligis Yeni,2004. Ilmu Alamiah Dasar.
Universitas Terbuka. Jakarta.
Rahman, Fathur,2004. Geografi. Gramedia. Jakarta.